DEMI CINTA DAN CITA-CITA

September 16, 2009 at 2:11 am (Puisi)

Jam 24.00 di ………….malam natal.
Sejak perpisahan kita….membuat duka di hatiku.
Walaupun aku pergi karena terpaksa.
Namun aku jalani dengan hati tabah.

Hingga kini aku tetap menyayangimu.
Tanpa ku tahu dimana kau berada kini.
Dengan doa dan air mata mengiringi kepergianku.

Aku rela karena suratan takdir tak dapat dirubah.
Aku berjanji kelak kita akan berjumpa.
Aku terima semua pesan dan kesan darimu.

Dengan air mata kau lepas kepergianku.
Dengan perasaan tak tega dan khawatir.
Demi cinta dan cita-cita kita berpadu.

Kejapanan, 25 Des 2007
Pukul 24.10

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.