KEINDAHAN CINTA

September 16, 2009 at 2:18 am (Puisi)

Yang kurasakan waktu itu.
Kulakukan dengan keikhlasan.
Hal yang terjadi.
Terjadi tanpa keberanian hati.

Kunikmati indahnya cinta.
Yang berarti kurasa.
Sebuah pandangan.
Yang menjerumuskan pada cinta.

Sesuatu yang harus ku sadari.
Kau jauhiku tanpa rasa yang pasti.
Hal yang harus terjadi.
Kauhina aku walau cinta kurasa.

Indahnya kesetiaan hati.
Bagai warna dari mawar mekar.

Sidoarjo, 1 Feb 2006
Pukul 13.24 WIB

Permalink Leave a Comment

SYUKUR “ALHAMDULILLAH”

September 16, 2009 at 2:17 am (Puisi)

Setelah sebulan penuh kita menjalankan ibadah puasa,
kini saatnya kita raih kemenangan.
Gema takbir sayup terdengar.
Dengan lega dan rasa syukur.
Kubisik sepatah kata“ALHAMDULILLAH”.

Saat jiwa kembali suci.
Tulus aku harapkan
kau memaafkan semua salahku
yang pernah tercipta di hari yang lalu.
Semoga ALLAH SWT……..
Memberikan rahmat bagi kita semua.

Kejapanan, 3 Nov 2005
Pukul 23.05

Permalink Leave a Comment

EGO

September 16, 2009 at 2:16 am (Puisi)

Di suatu tempat.
Mereka membisu seribu bahasa.
Hanya karena ego..
Malu dengan dirinya.
Diam bagai patung.

Mereka hanya bicara.
Dari gulungan kertas.
Tak bebas.
Diam bagai manekin.
Dikelas penuh cinta.

Kejapanan, 29 Juni 2006
Pukul 09.00 WIB

Permalink Leave a Comment

CINTA SEJATI

September 16, 2009 at 2:12 am (Puisi)

Disaat pagi menjelang.
Remang cahayamu menghampiriku.
Membuat hatiku merasa tenang.
Saat berada disampingmu.

Gelap malampun tiba.
Kau menghilang entah kemana.
Tidurkupun tiada lelap.
Mimpikupun telah lenyap.

Apakah ini namanya cinta…
Tapi, ada yang lebih suka padamu dibanding aku.
Apakah engkau suka padanya….
Manusia tidak akan pernah mengerti apa artinya cinta.

Kejapanan, 1 Feb 2007
Pukul 22.00 WIB

Permalink Leave a Comment

MAWAR MERAH

September 16, 2009 at 2:12 am (Puisi)

Seuntai mawar merah.
‘Kan kuberikan padamu.
Ku berharap kau tidak kecewa.
Mawar merah itu tanda cinta.

Sidoarjo, 24 April 2007
Pukul 15.00 WIB

Permalink Leave a Comment

ARTI CINTA

September 16, 2009 at 2:12 am (Puisi)

Dulu kau bilang cinta.
Aku diam dan berkata.
Aku tak tahu apa arti cinta.
Sekarang aku bicara cinta.
Kau tersenyum dan berkata.
Apa artinya cinta.

Kejapanan, 12 Juli 2007
Pukul 24.02

Permalink Leave a Comment

DEMI CINTA DAN CITA-CITA

September 16, 2009 at 2:11 am (Puisi)

Jam 24.00 di ………….malam natal.
Sejak perpisahan kita….membuat duka di hatiku.
Walaupun aku pergi karena terpaksa.
Namun aku jalani dengan hati tabah.

Hingga kini aku tetap menyayangimu.
Tanpa ku tahu dimana kau berada kini.
Dengan doa dan air mata mengiringi kepergianku.

Aku rela karena suratan takdir tak dapat dirubah.
Aku berjanji kelak kita akan berjumpa.
Aku terima semua pesan dan kesan darimu.

Dengan air mata kau lepas kepergianku.
Dengan perasaan tak tega dan khawatir.
Demi cinta dan cita-cita kita berpadu.

Kejapanan, 25 Des 2007
Pukul 24.10

Permalink Leave a Comment

BUNGA TAHUN

September 16, 2009 at 2:11 am (Puisi)

Lilin kecil menyala disini.
Kau redupkan kembali lagi.
Ku panjatkan doa tulus dan suci.
Ku ingat hari ini ultahmu.
Usiamu semakin dewasa.

Di masa remaja yang ceria.
Bunga-bunga di taman hatiku.
Yang tumbuh indah wangi kasih.
Yang kupersembahkan padamu

Selamat ulang tahun.
Kuucapkan, semoga hari indah bahagia.
Selamat ulang tahun.
Untuk kamu, panjang umur di dalam hidupmu.

Terimalah kadoku buat kamu yang kupersembahkan lewat lagu ini.

Kejapanan, 28 Des 2007
Pukul 20.20

Permalink Leave a Comment

BIBIR TERHENTI

September 16, 2009 at 2:10 am (Puisi)

Masa lalu.
Yang telah berlalu dengan indah.
Telah jadi kisah dan cerita.
Sebuah legenda.

Kata indah dari bibirnya.
Sudah jadi mawar hitam.
Tak kunjung mekar.
Tak kunjung terdengar.

Kata indah.
Dari hati ke bibir.
Sudah berlalu.
Bagai bibir yang terhenti.

Kejapanan, 25 Jan 2008
Pukul 24.09 WIB

Permalink Leave a Comment

PENYESALAN

September 16, 2009 at 2:10 am (Puisi)

Sebuah isyarat yang kuberikan.
Bagai daun gugur.
Dianggap sebagai angin lalu.
Yang tak pernah dihiraukan.

Walau cinta kuberikan.
Tak satupun kesetiaan yang ku dapatkan.

Penyesalan tak dapat kuandalkan.
Kesetiaan pun hilang harapan.
Walau langit runtuh, bumi berguncang.
Tak ku harapkan pembalasan.

Kejapanan, 1 Maret 2008
Pukul 17.35 WIB

Permalink Leave a Comment

Next page »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.